Developer Property Syariah –┬áTidak sedikit developer property saat ini yang menawarkan berbagai pilihan perumahan syariah seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan hunian dengan konsep Islami. Properti berbasis syariah memang banyak diminati masyarakat Indonesia yang penduduknya mayoritas beragama Islam.

Sebagai pembeli, Anda tetap perlu berhati-hati karena beberapa developer properti bisa jadi memanfaatkan momen ini. Beberapa bisnis berbasis syariah yang ternyata kurang amanah. Mereka menjadikan syariah hanya sebagai gimmick marketing untuk mendapatkan keuntungan yang besar.

Sebelum Anda membeli properti syariah, diperlukan kehati-hatian dan pemahaman mengenai konsep syariah. Jika Anda termasuk yang tertarik untuk membeli perumahan syariah, sebaiknya kenali dahulu seluk beluknya.

Lantas, bagaimana ciri-ciri dari properti syariah? Simak ulasannya berikut, ya!

Baca Juga: Tips Ampuh Mengembalikan Tanaman Yang Layu Dalam Rumah

Mengenal Ciri-ciri Perumahan Syariah

Secara umum, properti syariah merupakan jenis properti yang sistem transaksinya dijalankan sesuai dengan syariah Islam, yakni:

 

  1. Perumahan Syariah, Transaksinya Tanpa Riba

Berbeda dengan jual beli konvesional, transaksi dalam perumahan syariah tidak mengenakan bunga dan denda. Sebab, bunga dan denda merupakan riba yang dilarang dalam syariah Islam.

 

  1. Akad Jual Beli dalam Perumahan Syariah

Dalam properti jenis syariah, akad jual beli dilakukan oleh pemilik dan pembeli. Tidak ada pihak ketiga seperti bank untuk menjadi perantara. Transaksi yang terlibat dalam kepemilikan properti jenis syariah adalah murni transaksi jual beli dua belah pihak, baik secara kreadit maupun tunai. Selain itu, pembeli juga tidak akan dibebankan biaya administrasi oleh pengembang.

 

  1. Tidak Ada Perubahan Harga Jual

Saat melakukan akad jual beli akan disepakati satu harga yang dipilih oleh developer dan pembeli. Perjanjian yang disepakati oleh kedua belah pihak, harus disampaikan seluruhnya sejak perjanjian awal, dan tidak ada perubahan di tengah atau di akhir proses. Dalam akad juga terdapat jumlah cicilan per bulan dan jangka waktu yang dipilih.

 

  1. Perumahan Syariah Tidak Ada Asuransi

Hampir semua rumah yang dibeli secara syariah tidak akan diasuransikan. Hal ini disebabkan akad yang terjadi dalam asuransi mengandung ketidakjelasan dan tidak sesuai dengan syariah Islam. Misalnya, mengenai waktu yang tidak pasti bagi nasabah yang menerima klaim. Tidak setiap nasabah bisa mendapatkan klaim, kecuali mengalami risiko. Sehingga hal ini dianggap judi dalam Islam. Di mana pihak asuransi bisa untung karena tidak mengeluarkan apa-apa, sekaligus bisa rugi besar ketika nasabah mengalami musibah.

 

  1. Perumahan Syariah Tidak Ada Penyitaan

Saat pembeli mengalami kendala keuangan dan tidak sanggup melunasi cicilan, tidak ada penyitaan oleh penjual atau pengembang. Sebagai gantinya, mereka akan membantu pembeli untuk menjual rumahnya. Setelah rumah berhasil terjual, baru sebagian hasilnya digunakan untuk membayar sisa utang.

 

KPR Perumahan Syariah

Bagaimana Sistem KPR yang Ditawarkan Pengembang?

KPR syariah tidak mengenakan bunga, tetapi tetap mengambil keuntungan dari harga jual rumah.

 

Bagaimana Skema Cicilan KPR Syariah?

Jika Anda berencana mengambil rumah dengan harga Rp200 juta, dengan uang muka yang disepakati sebesar Rp40 juta. Lalu, bank akan membayar kekurangannya, yaitu Rp160 juta. Setelah itu, akan terdapat kesepakatan antara pembeli dengan bank tentang keuntungan yang diambil. Jika margin disepakati 5 persen dengan tenor cicilan 15 tahun, makan cicilan yang harus dibayar per bulannya selama masa tenor adalah sebesar Rp1,5 juta.

 

Sistem yang Diterapkan Perumahan Syariah

Selain KPR Syariah, saat ini tengah populer juga alternatif baru untuk membeli rumah sesuai syariah, yaitu melalui developer syariah. Semua transaksi pembelian properti dengan developer syariah akan diterangkan secara tertulis pada Surat Pemesanan Pembelian Rumah (SPPR). Kemudian, pembeli nantinya harus menandatanganinya, diikuti dengan persetujuan dari pihak developer.

 

Transaksi dengan developer syariah tidak melibatkan peran perbankan.

Setelah harga dan tenor KPR disepakati, konsumen hanya perlu berurusan dengan pihak developer serta notaris yang ditunjuk. Jika Anda membeli rumah seharga Rp265 juta dengan tenor 10 tahun dan margin sesuai kesepakatan 5 persen per tahun, maka cicilan yang harus kamu bayar setiap bulannya sebesar Rp2,52 juta.

 

Situs Properti yang Menyediakan Perumahan Syariah

Firmana developer property Syariah adalah developer yang menyediakan hunian dengan pembiayaan tanpa bunga, tanpa denda, tanpa sita, tanpa BI checking, akad murni jual beli langsung dihadapan notaris yang menawarkan beragam ukuran, harga, dan lokasi yang bisa menjadi pilihan Anda.

 

Demikian penjelasan mengenai perumahan syariah, semoga informasi ini dapat membantu Anda!

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here