Jual Rumah Syariah – Sebagian orang ketika hendak tidur, memerlukan selimut agar membantu mata terlelap. Sebagiannya lagi, lebih memilih selimut bulu untuk pelengkap alat tidur mereka. Ada banyak alasan , seperti sensasi bulunya yang bikin nyaman atau kehangatan yang diberikan berbeda dengan jenis selimut berbahan lain.

 

Nah, untuk kamu yang cenderung menyenangi selimut berbahan bulu, berikut ini cara atau tips memilih selimut bulu yang tepat.

 

  1. Warna atau Motif

Langkah pertama yang perlu diperhatikan dalam memilih selimut bulu ialah warna atau motifnya. Lantaran hal itu akan berpengaruh terhadap estetika dekorasi kamar. Usahakan warna atau motif selimut nantinya senada dengan dekorasi di dalam kamar; baik seprai, warna cat, hingga ornamen lainnya. Tujuannya agar kamar terlihat lebih cantik dan lebih nyaman.

 

  1. Ukuran Selimut

Cara memilih selimut bulu selanjutnya adalah dengan memerhatikan ukuran selimut. Sebelumnya, ukur dulu tempat tidur.  Pastikan, selimut yang akan dibeli tak melebihi ukuran tempat tidur. Usahakan ukurannya simetris; tak terlalu besar dan tidak terlampau kecil.

 

  1. Ketebalan Selimut

Ketebalan selimut berpengaruh, lo, terhadap suhu di sekitar kamar. Maka dari itu, sebelum membeli selimut, pilih ketebalannya dengan cermat. Ketahui suhu di lingkungan kamar, lalu sesuaikan dengan ketebelan selimut bulu yang hendak dibeli.

 

Jika suhu cenderung dingin, pilih yang cukup tebal, sebaliknya, pilih selimut tipis kalau di lingkungan sekitar terasa bersuhu tinggi. Namun lebih baik, jatuhkan pilihan pada selimut yang tak terlalu tebal atau tipis, supaya dapat dipakai dalam berbagai kondisi cuaca.

 

  1. Jahitan Selimut

Ternyata, jahitan selimut ada teknik tersendiri dan berpengaruh terhadap kehangatannya, lo. Setidaknya ada dua jenis jahitan pada selimut. Pertama jenis jahitan rajut, ia memiliki rongga rapat yang mampu menghalau udara dingin. Kedua, jenis thermal, jenis ini mempunyai rongga yang longgar, sehingga membuat udara di luar lebih mudah masuk.

 

  1. Berat Selimut

Dilansir dari berbagai sumber, nyatanya, berat selimut memengaruhi kualitas tidur seseorang. Contohnya, ketika kamu tengah dilanda gangguan tidur dan stres. Selimut yang cenderung agak berat akan memberikan sensasi pijatan pada tubuh.

 

Namun, hal tersebut perlu ditinjau kembali, walau dipercaya sanggup memberikan sensasi pijat, kamu tetap harus menyesuaikan kondisi. Selimut berat, umumnya tebal, sehingga kembali pada poin tiga, pilihlah selimut dengan menyesuaikan suhu di sekitar kamar.

 

Cara Mencuci Selimut Bulu

Usai memiliki gambaran tips memilih selimut bulu, kamu juga harus mengetahui cara mencucinya. Lantaran, selimut dapat menyimpan potensi penyakit jika tak dibersihkan secara berkala.

 

  1. Periksa Label Selimut

Jika ada label bertuliskan ‘dry cleaning’, maka kamu harus mencucinya dengan proses tanpa air atau secara kering di tempat laundry. Jika tidak ada, maka selimut dapat dicuci sendiri di rumah menggunakan mesi cuci.

 

  1. Rendam Selimut dengan Air Hangat

Jika selimut dicuci dengan mesin cuci di rumah, proses pertama yang dapat dilakukan adalah merendam selimut dengan air hangat. Lalu gunakan sedikit detergen dan hindari pengunaan pemutih.

Baca juga : Cara Menghemat Listrik Dan Air Saat Harus Tinggal Lama Di Rumah

  1. Masukkan ke Mesin Cuci

Selanjutnya adalah cuci dengan siklus pencucian lembut pada fitur mesin cuci. Setelah selesai, bilas selimut tersebut, pastikan bersih tanpa menyisakan busa.

 

  1. Jemur di Ruang Terbuka

Terakhir, hindari proses pengeringan menggunakan mesin cuci, remas selimut sekadarnya saja. Jemur selimut bulu milikmu secara manual di ruang terbuka, tetapi usahakan tak terpapar langsung sinar matahari. Lalu tunggu, hingga selimut mengering secara alami.

 

Silahkan hubungi kami untuk informasi lebih lanjut , terimakasih.

Kantor Salatiga

Jl. Sukarno Hatta No.106 B, Cebongan, Kec. Argomulyo, Kota Salatiga, Jawa Tengah 50736

Customer Service: 0812-2706-2410

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here