Jual Perumahan Syariah di Semarang – Sebagai seorang muslim, Anda tentunya dapat mengharapkan keberkahan di dalam hidup melalui rumah syariah. Konsep keberkahan tentunya berimplikasi terhadap realitas hidup yang serba efisien dan senantiasa dilimpahkan kemudahan. Itu mengapa perumahan syariah menjadi pilihan utama bagi keluarga muslim yang ingin membeli rumah dengan konsep rumah tanpa riba, atau rumah syariah DP 0%, atau rumah bebas riba. Nah, berikut ini akan diulas ciri properti syariah itu seperti apa.

 

Akad

Ciri Pertama, yang akan kita bahas yaitu tentang akad jual beli yang ada di dalam properti syariah. Pada properti syariah, sebagai konsumen Anda bisa melakukan transaksi pembelian rumah secara langsung dengan pihak developer, dalam arti tidak lagi melibatkan pihak ketiga seperti bank atau lembaga keuangan sebagai perantara di dalam kegiatan transaksi jual belinya.

Jadi yang perlu digaris bawahi yaitu bahwa transaksi properti syariah dilakukan secara langsung antara konsumen dengan developer, murni sebuah transaksi jual beli baik cash atau kredit, dengan tanpa keterlibatan pihak ketiga, sehingga pembiayaan rumah syariah tanpa bank maupun lembaga keuangan. Sedangkan properti konvensional, memang melibatkan pihak ketiga, baik untuk pembelian secara cash ataupun kredit, baik bank atau lembaga keuangan sebagai perantaranya, terutama untuk pembelian cash bertahap apalagi dengan kredit pemilikan rumah atau KPR.

Baca Juga: Dekorasi Kamar Bayi Di Rumah? Ini Tips Menciptakan Pencahayaan Yang Baik

Skema Bisnis

Terdapat sebuah konsep atau skema bisnis yang sesuai syariah Islam merujuk pada istilah Istishna, yang diatur lebih lanjut melalui Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan tentang Pedoman Akuntansi Perbankan Syariah Indonesia bagi Bank Pembiayaan Rakyat Syariah. Berdasarkan rujukan tersebut, Istishna adalah akad jual beli dalam bentuk pemesanan pembuatan barang tertentu dengan kriteria dan persyaratan tertentu yang disepakati antara pemesan (pembeli/mustashni’) dan penjual (pembuat/shani’). Terjemahan dari istilah tersebut diartikan sebagai pesan bangun. Developer perumahan syariah akan membangun unit rumah setelah terjadi transaksi pembelian unit rumah syariah, baik secara tunai maupun kredit yang tanpa melibatkan pihak bank atau lembaga keuangan. Skema pesan bangun ini sangat wajar sekali mengingat developer tidak mendapatkan suntikan dana dari bank atau lembaga keuangan dalam melakukan pembangunan tiap unit rumahnya.

 

Rumah Syariah Inden

Rumah syariah identik dengan rumah inden karena mengusung skema bisnis dan akad jual beli sebagaimana bahasan diatas. Apabila Anda mendapati iklan di jual rumah syariah, di jual rumah tanpa riba, di jual rumah kpr syariah, di jual rumah syariah DP 0%, di jual kpr rumah tanpa riba, cicil rumah tanpa riba, atau di jual rumah bebas riba, dapat dipastikan bahwa rumah belum tersedia di lokasi. Rumah yang terdapat pada iklan seperti diatas umumnya baru akan dibangun jika terjadi transaksi jual beli. Inilah yang dimaksud dengan rumah inden. Terdapat keuntungan bagi pembeli unit properti syariah jika rumahnya inden, yaitu bisa melihat proses pembangunannya dari nol, atau bahkan jika pada saat yang bersamaan dengan pelaksanaan pembangunan, dapat mengajukan kustomisasi material dan bahan.

Nah, hal tersebut diatas dikecualikan bagi developer perumahan syariah yang memang kuat secara finansial. Jika bagi mereka membangun terlebih dahulu bukanlah masalah, dalam artian mampu menyiapkan unit rumah sehingga rumah tercatat ready stock, hal ini juga tentu tidak masalah. Tinggal pilihan kembali kepada Anda selaku calon konsumen properti syariah, apakah akan melakukan transaksi secara tunai atau kredit secara langsung kepada developer. Perlu diingat, yaitu saat melakukan transaksi di awal, pihak developer harus menunjukkan harga perumahan syariah secara terbuka dan jelas kepada Anda selaku pembeli. Harga rumah syariah tersebut bersifat tetap dan nilainya tidak akan berubah-ubah sebagaimana halnya properti konvensional.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here