Developer Property Syariah – Kamu memiliki rencana untuk terjun menjadi agen properti? Sebelum kamu menjalankan rencana kamu tersebut, maka ada baiknya kamu mencari tahu atau mengenal lebih dalam lagi mengenai pengetahuan dasar tentang jenis listing properti.

Apa sih itu listing properti? Listing properti merupakan suatu surat perjanjian atau pun surat kuasa dari pemilik properti kepada broker atau agen properti. Surat perjanjian ini berguna untuk memberi kuasa kepada agen properti untuk menjual atau pun menyewakan properti.

Sebalum kamu benar-benar menjadi agen properti maka perlu untuk kamu mengetahui serta memahami istilah-istilah yang digunakan didalam bisnis properti khususnya istilah listing yang akan membantu kamu memahami cara berjual beli properti.

Berikut beberapa penjelasan mengenai listing properti yang dapat dengan mudah kamu pahami.

  1. Exclusive Listing

Yaitu salah satu bentuk listing yang bersifat terikat dengan salah satu agen properti atau broker yang sebelumya telah ditunjuk oleh si pemilik properti. Exclusive listing ini tidak membolehkan para pemilik properti untuk memandatkan penjualan propertinya kepada agen properti yang lain karena sifatnya yang ekskluisf. Sangking eksklusifnya, pemilik properti sekalipun tidak diperbolehkan melakukan penjualan properti tersebut.

Kerja sama terhadap pemilik properti dengan agen properti ini memiliki jangka waktu tertentu sesuai dengan perjanjian awal antara pemilik properti dengan agen properti.

  1. Sole Agent

Memiliki sifat yang sama dengan eksklusif listing yaitu bersifat terikat dengan salah satu agen properti saja. Namun yang menjadi perbedaan antara exclusive listing dengan sole listing yaitu jika exclusive tidam memperbolehkan pemilik properti menjual langsung propertinya, maka berbading terbalik dengan sole agent.

Baca juga : Awas Salah Prediksi! Ini Kelebihan & Kekurangan Sistem Borongan Saat Pembangunan Rumah Baru

Walaupun bersifat terikat namun sole agent memperbolehkan pemilik properti untuk menjual langsung properti yang dimilikinya. Bahkan sole agent juga memperbolehkan pemilik properti memandatkan penjualan kepada kerabat atau orang terdekatnya.

  1. Open Listing

Bentuk listing yang satu ini bisa dibilang listing dengan sistem yang bebas. Artiya yaitu, open listing ini memiliki sifat yang tidak terikat kepada broker atau agen properti mana pun. Semua agen properti berhak untuk menjual atau memasarkan properti yang dimiliki si pemilik properti tersebut tanpa harus terikat dan lebih fleksibel.

Setiap agen properti yang berhasil menjual properti dengan harga yang telah ditetapkan, maka dialah yang akan mendapatkan komisi dari si pemilik properti. Namun jika ternyata si pemilik properti yang berhasil menjual propertinya sendiri, maka ia tidak perlu lagi membayar atau memberikan komisi kepada broker tersebut.

  1. Net Listing

Listing yang terakhir ini, menjelaskan dimana si pemilik properti ini hanya menetapkan harga net dari penjualan properti. Harga net yang di maksud di sini yaitu harga minimal penjualanan. Harga tersebut di luar dari biaya yang harus dikeluarkan oleh pemilik properti seperti biaya komisi, biaya pajak penjualan, atau pun biaya notaris.

Pada umunya listing di lakukan di media onlie berbayar khusus properti. Itulah ke empat jenis atau istilah listing yang perlu anda ketahui jika anda hendak berencana turun ke bisnis properti dan menjadi broker. Semoga penjelasan diatas bermanfaat untuk memulai aktivitas kamu sebagai broker baru.

Jika anda ingin memiliki properti dikota Semarang, Salatiga, Pekalongan dan Kerawang, maka kami menjual perumahan Syariah yang dapat Anda miliki tanpa harus ada rasa khawatir terjerat dosa riba, tanpa sita, tanpa denda, tanpa bank.

Informasi lebih lanjut, Anda bisa menghubungi kami melalui WhatsApp atau Telepon di 082233118123.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here