Jual Perumahan Syariah di Semarang – Memiliki bayi tentunya harus berhati-hati dalam memilih segala hal. Terutama dalam segi pencahayaan. Yuk, ketahui sumber pencahayaan yang tepat untuk kamar bayi di sini. Tidur adalah kebutuhan utama dari bayi. Terutama bagi si kecil yang masih berusia 0-3 bulan. Hal ini pun didukung oleh pernyataan dr. Anita Amalia Sari dari KlikDokter, bahwa tidurnya seorang bayi dapat mendukung perkembangan anak. Baik secara fisik maupun mental. Jika bayi mengalami kurang tidur, bisa jadi ia rewel seharian bahkan kesulitan minum ASI. Lalu, seperti apa pencahayaan kamar bayi yang bagus? Simak penjelasannya di sini.

 

  1. Gunakan Lampu Redup

 

Waktu tidur yang dibutuhkan oleh bayi baru lahir yaitu, 16 – 20 jam per hari. Ketika bayi sudah berusia enam bulan hingga satu tahun, ia membutuhkan waktu tidur 11 jam. Selanjutnya, jika sudah lebih dari satu tahun, maka ia membutuhkan 10 – 13 jam. Selain itu, sebagai orang tua kamu harus memperhatikan lampu untuk bayi saat waktu tidur. Sebaiknya, matikan lampu utama dan gunakanlah lampu yang redup. Dengan demikian, bayi pun akan bisa beristirahat dengan sangat baik karena, mata dan sarafnya ikut beristirahat. Lampu berwarna kuning merupakan lampu yang baik untuk bayi baru lahir hingga dewasa.

Baca Juga: Yuk, Kenali Ciri dan Sistem Pembelian Perumahan Syariah

  1. Sesuaikan Letak Jendela Pada Kamar Bayi

Setelah mengulas mengenai pencahayaan di malam hari, bagiaman dengan siang hari? Cahaya dalam kamar bayi saat siang hari pun tak kalah penting. Seperti yang kita tahu, jendela merupakan ventilasi dan sumber pencahayaan yang baik saat pagi hingga siang hari. Berdasarkan hal tersebut, maka letak atau posisi jendela pun perlu diperhatikan agar kamar tidur bayi mendapatkan pencahayaan sekaligus sirkulasi udara yang baik. Berbeda dengan orang dewasa, bayi tentu tidur siang lebih lama. Hal yang bisa dilakukan oleh para orang tua adalah jauhkan tempat tidur dari jendela. Mengapa? Jika jendela terlalu dekat, maka sinar matahari saat pagi hingga siang hari berpotensi akan mengenai tempat tidur. Hal ini akan membuat cahaya matahari akan mengenai bagian wajah bayi saat siang hari. Dampak lain pun akan dirasakan saat malam hari. Bagian jendela yang terpapar cahaya matahari seharian akan membuat bagian dindingnya menyerap panas. Bayangkan jika tempat tidurnya berdekatan, maka saat malam hari si kecil akan merasa gerah.

 

  1. Pilih Lampu yang Bisa Menyinari Seluruh Ruangan

Selanjutnya, kamu perlu memasang lampu dengan cahaya yang mampu menyinari seluruh ruangan kamar bayi dengan intens. Si kecil bisa melihat setiap objek dengan jelas saat bermain. Selain itu, lampu ini juga meminimalisir risiko kecelakaan kecil seperti, tersandung, terpeleset, atau terkantuk. Lalu, berapa watt lampu untuk bayi? Lampu bohlam dengan 5 watt saja sudah cukup hangat untuk menemani si kecil tidur saat malam hari.

 

  1. Perhatikan Keamanan Si Kecil

Saat menempatkan lampu pada kamar bayi, sebaiknya pertimbangkan keamanannya. Misalnya, kamu memilih lampu yang dilapisi kain atau kayu sehingga tidak mudah pecah. Selain itu, perhatikan kabel-kabel yang menjuntai.

 

  1. Sinar Matahari di Kamar Bayi

Terakhir, agar kamar bayi mendapatkan cahaya alami, pilihlah tirai atau gorden yang bisa melindungi bayi dari paparan cahaya matahari terik. Kamu bisa memilih gorden yang bisa digulung dan sebaiknya hindari tirai panjang menjuntai.

Semoga artikel ini bisa membantu Anda, ya!

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here